Beranda > Uncategorized > Pandangan Etika Terhadap Praktek Bisnis Yang Curang

Pandangan Etika Terhadap Praktek Bisnis Yang Curang

Etika merupakan nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan, walaupun seharusnya dipraktekkan. Secara sederhana yang dimaksudkan dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencakup, seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industry dan juga masyarakat. Etika bersifat abstrak dan berkenaan dengan persoalan baik dan buruk, sedangkan bisnis adalah konkrit dan harus mewujudkan apa yang telah diputuskan. Penerapan nilai-nilai perusahaan dan etika bisnis secara berkesinambungan mendukung terciptanya budaya perusahaan. Penerapan etika bisnis ini merupakan penerapan dari pemahaman mengenai berbagai hal yang baik dan benar dalam perusahaan meliputi aktivitas, teknologi, transaksi dalam rangka pencapaian usaha perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan pedoman perilaku yang dapat menjadi acuan bagi organisasi perusahaan dan semua karyawan. Kita harus saling menjaga nama baik perusahaan, walaupun perusahaan itu milik orang lain. Tidak boleh saling menjatuhkan dan juga saling menjelek-jelekan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan lain walaupun walaupun hanya dengan sindiran semata. Hal ini dapat menghancurkan hubungan yang tadinya baik antara perusahaan. Sebagai pebisnis yang baik, kita tidak boleh “menghalalkan segala cara” untuk mendapatkan hasil yang kita harapkan. Seperti yang diatas telah dijelaskan, misalnya dengan menjelek-jelekan produk dari perusahaan lain, hal ini sangat dilarang karena walaupun produk kita terjual namun produk orang lain bisa saja tidak laku karena omongan kita terhadap target konsumen yang kita incar. Pelanggaran etik bisnis di perusahaan memang banyak, tetapi upaya untuk menegakan etik perlu digalakkan. Misalkan, perusahaan tidak perlu berbuat curang untuk meraih kemenangan. Hubungan yang tidak transparan dapat menimbulkan hubungan istimewa atau kolusi dan memberikan peluang untuk korupsi. Etika bisnis paling gampang diterapkan di perusahaan sendiri. Pemimpin perusahaan memulai langkah ini karena mereka menjadi panutan bagi karyawannya. Selain itu, etika bisnis harus dilaksanakan secara transparan. Pemimpin perusahaan seyogyanya bisa memisahkan perusahaan dengan milik sendiri. Dalam operasinya, perusahaan mengikuti aturan berdagang yang diatur oleh tata cara undang-undang.

Ciri Bisnis yang Beretika:

1. Tidak merugikan siapapun
2. Tidak menyalahi aturan-aturan dan norma yang ada
3. Tidak melanggar hukum
4. Tidak menjelek-jelekan saingan bisnis
5. Mempunyai surat izin usaha

Alasan Meningkatnya Perhatian Dunia Usaha Terhadap Etika Bisnis

  • Krisis publik tentang kepercayaan
  • Kepedulian terhadap kualitas kehidupan kerja
  • Hukuman terhadap tindakan yang tidak etis
  • Kekuatan kelompok pemerhati khusus
  • Peran media dan publisitas
  • Perubahan format organisasi dan etika perusahaan

Contoh kasus pada perusahaan

Sebuah perusahaan PJTKI di sala satu kota di Indonesia melakukan rekrutmen untuk tenaga baby sitter. Dalam pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan. Bahkan perusahaan tersebut menjanjikan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pelamar akan dikembalikan jika mereka tidak jadi berangkat ke negara tujuan.Salah satu korban yang berinisial Y terarik dengan tawaran tersebut dan langsung mendaftar dan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 7 juta untuk ongkos administrasi dan pengurusan visa dan paspor. Namun setelah 2 bulan training, Y tak kunjung diberangkatkan, bahkan hingga satu tahun tidak ada kejelasan. Ketika dikonfirmasi, perusahaan PJTKI itu selalu berkilah ada penundaan, begitu seterusnya. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa Perusahaan PJTKI tersebut telah melanggar prinsip pertanggungjawaban dengan mengabaikan hak-hak Y sebagai calon TKI yang seharusnya diberangkatkan ke negara tujuan untuk bekerja.

Dari kasus ini kita harus lebih berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih perusahaan.Jangan mudah tergiur dengan apa yang mereka janjikan.Kita harus menelusuri terlebih dahulu bahwa perusahaan tersebut legal.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: